Masyarakat Jawa Timur diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Fenomena ini diprediksi akan melanda berbagai wilayah di Jatim hingga tanggal 10 Februari 2026. Hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, menuntut kesiapsiagaan dari seluruh elemen masyarakat.
Peringatan Dini BMKG, Ancaman Cuaca Ekstrem
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Jawa Timur. Kondisi ini diperkirakan berlangsung dari tanggal 3 hingga 10 Februari 2026. Intensitas hujan diprediksi akan meningkat signifikan, disertai potensi petir dan angin kencang yang dapat membahayakan.
Peringatan ini didasarkan pada analisis dinamika atmosfer yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas Monsun Asia. Monsun ini membawa massa udara basah dari Samudera Pasifik menuju wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur. Pergerakan massa udara basah ini menjadi pemicu utama terbentuknya awan-awan konvektif penghasil hujan lebat.
Masyarakat diharapkan untuk tidak mengabaikan peringatan ini dan senantiasa memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG. Kesiapsiagaan individu dan komunitas menjadi kunci untuk mengurangi risiko dampak buruk yang mungkin timbul. Informasi yang akurat dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat.
Dampak Potensial Dan Wilayah Terdampak
Cuaca ekstrem ini berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi di Jawa Timur. Banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan sambaran petir menjadi ancaman nyata yang perlu diwaspadai. Infrastruktur publik dan permukiman warga dapat terdampak serius jika tidak ada mitigasi yang memadai.
Beberapa wilayah yang diidentifikasi memiliki potensi terdampak paling tinggi meliputi Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Mojokerto, dan Malang Raya. Selain itu, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan sebagian wilayah pegunungan juga masuk dalam daftar waspada. Pemetaan wilayah rawan bencana sangat krusial.
Pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah-wilayah tersebut diimbau untuk mempersiapkan diri. Lakukan pembersihan saluran air, pangkas dahan pohon yang lapuk, dan perkuat struktur bangunan yang rentan. Upaya preventif ini diharapkan dapat meminimalisir kerugian materiil maupun korban jiwa.
Baca Juga: BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan: Pasang Sistem Peringatan Dini Banjir untuk Lindungi Warga
Langkah Mitigasi Dan Kesiapsiagaan
Dalam menghadapi cuaca ekstrem ini, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan tidak panik. Perhatikan lingkungan sekitar, terutama bagi yang tinggal di daerah dataran rendah atau lereng bukit. Pastikan jalur evakuasi sudah diketahui dan mudah diakses jika sewaktu-waktu diperlukan.
Siapkan perlengkapan darurat seperti senter, radio bertenaga baterai, obat-obatan pribadi, dan cadangan makanan. Jauhkan diri dari papan reklame atau pohon besar yang berpotensi tumbang saat angin kencang. Prioritaskan keselamatan diri dan keluarga di atas segalanya dalam menghadapi situasi darurat.
Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota juga diharapkan mengaktifkan posko siaga bencana. Koordinasi antar instansi terkait perlu ditingkatkan untuk respons cepat dan efektif. Edukasi publik mengenai langkah-langkah mitigasi harus terus digalakkan agar masyarakat lebih siap dan tanggap.
Imbauan Keselamatan Dari BMKG
BMKG menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam upaya mitigasi bencana. Jangan ragu untuk mencari informasi dari sumber resmi dan terpercaya. Hindari menyebarkan berita yang belum terverifikasi yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Bagi para nelayan dan operator transportasi laut, perhatikan tinggi gelombang dan kecepatan angin. Tunda pelayaran jika kondisi cuaca tidak memungkinkan demi keselamatan. Nelayan yang beraktivitas di perairan Jawa Timur harus sangat berhati-hati terhadap perubahan cuaca yang mendadak.
Penting untuk diingat bahwa prakiraan cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, tetaplah mengikuti pembaruan informasi dari BMKG secara berkala. Kesiapsiagaan yang berkelanjutan adalah kunci utama untuk melewati periode cuaca ekstrem ini dengan aman dan minim dampak.
Ikuti perkembangan terbaru Signal Alam dan berbagai informasi menarik lainnya untuk menambah wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar pertama dari detik.com
- Gambar Utama dari surabaya.bisnis.com