BMKG memperingatkan masyarakat terkait Bibit Siklon Tropis 91S yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.

BMKG mengeluarkan peringatan dini Bibit Siklon Tropis 91S di perairan Indonesia. Terbentuk sejak 3 Januari 2026, fenomena ini berpotensi membawa angin kencang dan gelombang tinggi. Masyarakat dihimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi untuk menjaga keselamatan.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di SIgnal Alam.
Bibit Siklon Tropis 91S, Ancaman Baru Dari Samudra Hindia
Bibit Siklon Tropis 91S pertama kali terdeteksi pada 3 Januari 2026, tepatnya pukul 01.00 WIB. Pusat Peringatan Siklon Tropis (TCWC) Jakarta BMKG melaporkan posisi bibit siklon ini berada di Samudra Hindia, sebelah barat daya Lampung. Kehadirannya segera menarik perhatian karena potensi dampak yang bisa ditimbulkan pada kondisi cuaca dan laut di sekitar wilayah Indonesia.
Bibit siklon bergerak dengan kecepatan maksimum 35 knot (65 km/jam) dan tekanan minimum 1.002 hPa. BMKG memprediksi peluang sedang berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam, dengan pergerakan menjauhi Indonesia ke arah timur-tenggara.
Meski bergerak menjauh, Bibit Siklon Tropis 91S tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap perairan Indonesia. Peringatan dini telah dikeluarkan hingga Senin, 5 Januari 2026, pukul 07.00 WIB. Dampak tidak langsung ini mencakup angin kencang di Bengkulu dan Lampung, serta potensi gelombang tinggi di beberapa area maritim penting.
Gelombang Tinggi Dan Angin Kencang
Salah satu dampak paling signifikan dari Bibit Siklon Tropis 91S adalah potensi gelombang laut tinggi. BMKG mengklasifikasikan dua kategori ketinggian gelombang yang perlu diwaspadai. Ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter, yang disebut sebagai Moderate Sea, diprediksi akan terjadi di beberapa wilayah perairan.
Area yang berpotensi mengalami gelombang Moderate Sea meliputi perairan barat Kepulauan Nias hingga Lampung, perairan selatan Pulau Jawa, serta Selat Sunda bagian selatan. Para nelayan dan operator kapal dihimbau untuk ekstra hati-hati saat berlayar di zona-zona ini, mengingat kondisi laut yang tidak stabil dapat membahayakan keselamatan.
Lebih lanjut, gelombang yang lebih tinggi, antara 2,5 hingga 4 meter, atau Rough Sea, diantisipasi di Samudra Hindia. Wilayah spesifik yang terancam meliputi Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, dan Samudra Hindia selatan Pulau Jawa. Kondisi Rough Sea ini sangat berbahaya bagi pelayaran dan disarankan untuk menghindari area tersebut jika tidak mendesak.
Baca Juga: Gotong Royong Pasca Banjir, KSP Bersama TNI-Polri Bersihkan Rumah Warga Aceh
Proyeksi Cuaca Ekstrem di Berbagai Wilayah Indonesia

Selain ancaman di laut, Bibit Siklon Tropis 91S juga mempengaruhi perkiraan cuaca di daratan Indonesia untuk periode 5-6 Januari 2026. BMKG memproyeksikan hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, terutama di bagian timur Indonesia seperti Maluku hingga Papua, sebagai akibat dari pergerakan bibit siklon.
Pada Senin, 5 Januari 2026, kondisi waspada hujan sedang hingga lebat diperkirakan melanda banyak provinsi, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, hingga Papua. Sementara itu, wilayah Maluku dan Maluku Utara berada dalam status siaga hujan lebat hingga sangat lebat, disertai angin kencang.
Selasa, 6 Januari 2026, hujan sedang hingga lebat terjadi di Kepulauan Riau, Banten, Jakarta, DIY, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Utara. Status siaga hujan lebat ditingkatkan untuk NTT, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, dan Papua Tengah, dengan potensi angin kencang di Maluku dan Maluku Utara.
Kesiapsiagaan Menghadapi Dampak Bibit Siklon Tropis 91S
Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan. Bagi masyarakat pesisir, informasi mengenai gelombang tinggi harus menjadi perhatian utama untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan. Nelayan diharapkan tidak melaut jika kondisi cuaca tidak mendukung.
Pemerintah daerah dan instansi terkait juga perlu bersinergi untuk mempersiapkan rencana kontingensi. Penyiapan jalur evakuasi, posko darurat, dan logistik kebutuhan pokok harus segera dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana. Komunikasi yang efektif kepada masyarakat mengenai perkembangan cuaca sangat krusial.
Seluruh warga diimbau untuk selalu memantau informasi terkini dari BMKG melalui berbagai kanal resmi. Jangan mudah percaya informasi yang tidak diverifikasi kebenarannya. Dengan kesiapsiagaan yang baik dan kerjasama antar berbagai pihak, diharapkan dampak negatif dari Bibit Siklon Tropis 91S dapat diminimalisir.
Jangan lewatkan update berita seputaran Signal Alam serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com