Banjir di Sembakung memaksa tenaga kesehatan Puskesmas Atap siaga 24 jam, waspada potensi penyakit dan dampak darurat warga.
Banjir yang merendam sejumlah desa di Kecamatan Sembakung membuat tenaga kesehatan Puskesmas Atap bekerja nonstop. Mereka siaga 24 jam untuk menangani potensi penyakit dan memastikan layanan kesehatan tetap tersedia bagi warga terdampak. Simak Signal Alam kondisi terkini serta upaya Puskesmas Atap dalam menghadapi darurat banjir berikut.
Tenaga Kesehatan Puskesmas Atap Siaga 24 Jam
Banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Sembakung pada Jumat sore (09/01/2025) memaksa tenaga kesehatan Puskesmas Atap bekerja dalam kondisi darurat. Genangan air yang tinggi menutup akses utama menuju gedung puskesmas, membuat kendaraan dan pejalan kaki tidak bisa melintas.
Meski situasi ini menantang, pelayanan kesehatan tetap dijalankan dengan memindahkan aktivitas medis ke lokasi yang lebih aman, demi mencegah timbulnya penyakit pascabanjir. Pelaksana Harian Kepala Puskesmas Atap, Muhammad Syukur, menegaskan bahwa layanan kesehatan tidak boleh terhenti meski fasilitas terdampak banjir.
Dalam situasi seperti ini, pelayanan kesehatan tetap harus berjalan. Risiko penyakit meningkat, sehingga kehadiran tenaga medis sangat penting bagi masyarakat, ujar Syukur saat ditemui pada Jumat, 09/01/2025.
Relokasi Layanan Dan Penanganan Medis Darurat
Langkah relokasi layanan dilakukan untuk menjaga kelangsungan pelayanan publik. Seluruh aktivitas medis dipindahkan ke lokasi yang lebih tinggi dan aman dari genangan.
Meski ruang layanan menggunakan sekat atau partisi sederhana, para tenaga kesehatan berupaya menciptakan fasilitas yang layak agar pasien tetap nyaman saat berobat. Selain itu, Puskesmas Atap juga membuka layanan kesehatan darurat bagi warga terdampak.
Tim medis bekerja bergiliran selama 24 jam, memastikan pengungsi mendapatkan pemantauan kondisi kesehatan dan penanganan cepat bila diperlukan. Penanganan ini meliputi pencegahan penyakit infeksi, diare, hingga keluhan kulit akibat air banjir.
Baca Juga: Update Cuaca BMKG: Jawa & Nusa Tenggara Diprediksi Hujan Deras
Tantangan Petugas Kesehatan
Menurut Syukur, banjir memaksa tenaga kesehatan bekerja ekstra. Tidak hanya melayani pasien, mereka juga harus mengevakuasi obat-obatan dan alat kesehatan dari gedung yang terendam ke posko darurat.
Kami bekerja dalam keterbatasan, tapi pelayanan tetap kami maksimalkan. Yang penting obat-obatan dan alat kesehatan aman, sehingga layanan kepada warga tetap berjalan, ujarnya pada Jumat malam (09/01/2025).
Tim medis juga harus memastikan distribusi obat dan alat kesehatan tepat sasaran, sehingga warga terdampak tidak kekurangan pelayanan kesehatan saat kondisi darurat. Koordinasi dengan posko evakuasi warga menjadi kunci keberhasilan penanganan banjir di Sembakung.
Imbauan Dan Prioritas Layanan
Puskesmas Atap menghimbau warga agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan, terutama jika mulai merasakan gejala penyakit. Syukur menegaskan prioritas utama saat ini adalah menjaga akses warga terhadap layanan kesehatan tanpa harus mengambil risiko menembus genangan air.
Warga terdampak banjir harus segera mendatangi posko kesehatan terdekat untuk penanganan dini. Prioritas kami adalah memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga meski banjir melanda, jelasnya.
Dengan langkah cepat dan koordinasi efektif, Puskesmas Atap berhasil menjaga pelayanan kesehatan tetap berjalan di tengah kondisi darurat. Meski fasilitas terdampak, tenaga kesehatan menunjukkan kesiapsiagaan dan dedikasi tinggi untuk melindungi warga dari ancaman penyakit pascabanjir di Kecamatan Sembakung.
Signal Alam serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari beritaborneo.com
- Gambar Kedua dari lamjaya.co.id