Banjir melanda Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, menggenangi 41 rumah dan berdampak pada 129 warga hujan deras sejak Jumat malam.
Tim BPBD, relawan, dan aparat desa segera menyalurkan bantuan darurat berupa makanan, air bersih, dan evakuasi warga, terutama anak-anak dan lansia. Warga juga bergotong royong membersihkan rumah dan lingkungan setelah air surut.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di SIgnal Alam.
Desa Sukaraja Terendam Banjir
Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, kembali diterjang banjir yang menggenangi pemukiman warga pada Sabtu (11/1/2026) pagi. Berdasarkan laporan dari pihak desa, sebanyak 41 rumah terendam air, dengan ketinggian mencapai 50-100 cm di beberapa titik. Warga setempat panik dan berusaha menyelamatkan barang-barang berharga.
Penyebab banjir diduga akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Sepaku sejak Jumat malam. Selain itu, saluran drainase yang tersumbat dan aliran sungai kecil di sekitar desa tidak mampu menampung volume air yang meningkat drastis. Akibatnya, air meluap ke pemukiman warga dan merendam beberapa jalan desa.
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser dan aparat desa langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan korban dan bantuan darurat. Mereka mengimbau warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, terutama bagi keluarga yang rumahnya berada di wilayah rendah.
Warga Terdampak dan Evakuasi
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 129 warga terdampak banjir. Sebagian besar warga memilih tetap berada di rumah karena air belum terlalu tinggi, sementara beberapa keluarga dengan anak-anak dan lansia dievakuasi ke lokasi aman di balai desa. Warga mengaku mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Selain itu, akses jalan desa juga terganggu akibat genangan air. Beberapa kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas, sehingga mobilisasi bantuan menjadi lebih lambat. Kepala Desa Sukaraja, Bapak Ahmad Syah, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan posko darurat untuk menyalurkan logistik dan air bersih kepada warga terdampak.
Evakuasi dilakukan secara bertahap untuk memastikan semua warga aman. Tim gabungan BPBD, TNI, dan relawan membantu warga yang kesulitan menyeberangi genangan air. Mereka juga menyiapkan perahu karet untuk membantu warga yang rumahnya terendam lebih dari satu meter.
Baca Juga: Hujan Deras Guyur Bali Hari Ini! Cek Prakiraan BMKG 11 Januari 2026
Dampak Terhadap Aktivitas dan Infrastruktur
Banjir ini tidak hanya berdampak pada rumah warga, tetapi juga mengganggu aktivitas sekolah dan pelayanan publik di Desa Sukaraja. Sekolah dasar dan madrasah di sekitar wilayah terdampak ditutup sementara hingga kondisi air surut. Guru dan siswa terpaksa menunda kegiatan belajar-mengajar, sementara beberapa warga harus menunda perjalanan ke pasar atau tempat kerja.
Infrastruktur desa seperti jembatan kecil dan jalan utama mengalami kerusakan akibat tekanan air. Beberapa titik jalan mengalami retak dan longsor ringan, sehingga membutuhkan perbaikan segera.
Pihak desa juga mengimbau warga untuk tidak membuang sampah di saluran air dan menjaga lingkungan agar aliran air tetap lancar. Tindakan sederhana ini dianggap sangat penting untuk mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan.
Tindakan Cepat dan Bantuan Darurat
Tim BPBD, aparat desa, dan relawan bekerja sama menyalurkan bantuan darurat berupa makanan siap saji, air minum, dan selimut kepada warga terdampak. Posko darurat juga dilengkapi tenaga medis untuk memberikan pertolongan pertama bagi warga yang membutuhkan.
Selain bantuan logistik, pihak desa bersama masyarakat berusaha membersihkan rumah dan lingkungan setelah air surut. Warga gotong royong memindahkan lumpur dan sampah agar rumah dan jalan kembali aman dan bersih. Kepala Desa menekankan bahwa kerjasama warga sangat penting untuk mempercepat proses pemulihan pasca-banjir.
Jangan lewatkan update berita seputaran Signal Alam serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari mediakaltim.com