BPBD Kalimantan Tengah meningkatkan kewaspadaan dini menghadapi ancaman El Nino yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
Meskipun Kalimantan Tengah (Kalteng) masih menikmati musim penghujan, BPBD Provinsi Kalteng tetap waspada. Ancaman El Nino yang diprediksi membawa kekeringan ekstrem membuat BPBD meningkatkan kewaspadaan. Alarm bahaya telah berbunyi, dan persiapan dini menjadi kunci menghadapi potensi bencana lebih besar.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di SIgnal Alam.
El Nino Mengintai, Musim Kemarau di Depan Mata
Kepala BPBD Provinsi Kalteng, melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Indra Wiratama, menyampaikan informasi penting dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Musim hujan diperkirakan akan berlanjut hingga pekan depan, memberikan sedikit jeda sebelum menghadapi tantangan yang lebih besar.
Prediksi BMKG menunjukkan bahwa musim kemarau diproyeksikan akan tiba pada Juni hingga Juli 2026. Periode ini menjadi krusial, karena kekeringan akibat El Nino berpotensi memicu bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Oleh karena itu, meskipun cuaca saat ini masih basah, BPBD Kalteng tidak mau terkecoh. Mereka menekankan pentingnya kesiapsiagaan dini dan tidak meremehkan potensi dampak El Nino yang bisa membawa bencana kekeringan ekstrem dan karhutla masif.
Karhutla Mengganas di Tengah Musim Hujan
Ironisnya, di tengah kondisi cuaca yang belum stabil dan masih dilanda hujan, BPBD Kalteng telah mencatat serangkaian kejadian karhutla. Sejak 1 hingga 18 Januari 2026, telah terjadi 16 kasus karhutla di beberapa wilayah, termasuk Kabupaten Gunung Mas, Katingan, Sukamara, serta Kota Palangka Raya.
Luasan lahan yang terbakar akibat karhutla ini diperkirakan mencapai 20 hingga 70 hektare. Angka ini menjadi indikator bahwa meskipun hujan, potensi karhutla tetap tinggi, terutama jika ada aktivitas pembakaran lahan yang tidak terkontrol atau kondisi gambut yang kering di bawah permukaan.
Kejadian karhutla di musim hujan ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman karhutla tidak hanya muncul saat puncak kemarau, tetapi bisa terjadi kapan saja. Oleh karena itu, langkah-langkah pencegahan dan penegakan hukum harus terus diintensifkan.
Baca Juga: Status Waspada Di Bendung Lekopancing Maros, Ketinggian Air Memicu Perhatian
Strategi Antisipasi, Koordinasi Dan Status Siaga
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Provinsi Kalteng terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan BPBD di tingkat kabupaten dan kota. Kolaborasi ini penting untuk memastikan respons cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi setiap potensi bencana.
Jika suatu daerah dinilai tidak mampu menangani kejadian bencana secara mandiri, BPBD provinsi mendorong pemerintah daerah setempat untuk menetapkan status siaga. Penetapan status ini krusial karena akan mempermudah akses sumber daya, baik dari segi pendanaan maupun peralatan yang dibutuhkan untuk penanganan bencana.
Indra Wiratama juga mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah dan tidak terkecoh dengan kondisi cuaca saat ini. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa cuaca ekstrem dapat terjadi secara tiba-tiba. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti peringatan dini BMKG dan meningkatkan kesiapsiagaan.
Teknologi Canggih Melawan Bencana
Dalam mendukung upaya pencegahan, BPBD Provinsi Kalteng telah memaksimalkan penggunaan sistem peringatan dini yang canggih. Salah satunya diterapkan di Kabupaten Barito Selatan, yang kini mampu memantau kondisi secara real-time. Sistem ini dinilai lebih efektif, karena tidak memiliki jeda waktu hingga 12 jam seperti aplikasi lain.
“Ketika terdeteksi hotspot, kami bisa langsung memastikan kondisi di lapangan. Bahkan saat api masih kecil, penanganan dapat segera dilakukan agar tidak meluas,” jelas Indra. Sistem ini tidak hanya mendeteksi titik api, tetapi juga mampu membaca tinggi muka air tanah dan tingkat kekeringan lahan, memberikan informasi vital untuk pencegahan karhutla.
Sistem peringatan dini ini dilengkapi sensor tinggi muka air sungai untuk mendeteksi potensi banjir. BPBD Kalteng telah memasang alat serupa di Barito Timur, Barito Selatan, dan Katingan melalui anggaran 2025. Diharapkan sistem ini dapat diperluas ke seluruh kabupaten dan kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi El Nino dan bencana lain.
Jangan lewatkan update berita seputaran Signal Alam serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari seputarborneo.com
- Gambar Kedua dari mmc.kalteng.go.id