Bendung Lekopancing Maros naik status waspada, Ketinggian air 90 cm, warga diminta tetap waspada dan pantau kondisi sekitar bendung.
Bendung Lekopancing di Maros kini berada pada status waspada setelah ketinggian air mencapai 90 cm. Peningkatan ini menjadi perhatian serius bagi warga sekitar dan pihak berwenang, mengingat potensi risiko banjir atau meluapnya aliran air.
Warga diimbau tetap tenang, waspada, dan memantau kondisi bendung secara berkala. Kejadian Signal Alam ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi perubahan aliran sungai dan ketinggian air yang signifikan.
Bendung Lekopancing Maros Naik Status Waspada
Tinggi Muka Air (TMA) Bendung Lekopancing di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mencapai 90 centimeter (cm) pada Selasa (20/1/2026) sore. Posisi air kini berada di atas mercu bendung, sehingga status bendung ditetapkan waspada.
Informasi ini disampaikan oleh Posko Induk Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS-PJ) pukul 15.30 Wita. BBWS-PJ menyebut kondisi sungai dalam keadaan waspada dengan hujan ringan yang terjadi di wilayah tersebut.
Status waspada ini menjadi peringatan bagi masyarakat sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan air mendadak dan risiko banjir.
Kategori Status Bendung Dan Peringatan BBWS-PJ
Bendung Lekopancing memiliki empat kategori status TMA, yaitu: normal, waspada, siaga, dan awas. TMA 0-50 cm termasuk normal, 50-100 cm masuk kategori waspada, 100-200 cm adalah siaga, dan TMA di atas 200 cm masuk kategori awas.
Dengan TMA mencapai 90 cm, bendung kini berada di ambang batas atas kategori waspada, sehingga masyarakat diimbau selalu memantau kondisi air. BBWS-PJ menekankan pentingnya pemantauan terus-menerus, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar sungai.
Meski hujan yang terjadi ringan, ketinggian air yang melebihi mercu bendung bisa memicu risiko banjir lokal bila curah hujan meningkat secara signifikan.
Baca Juga: Waspada! BMKG Peringatkan Hujan Lebat Dan Angin Kencang 20-21 Januari 2026
Peringatan Dini BMKG Sulawesi Selatan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar telah merilis peringatan dini terkait cuaca ekstrem di beberapa kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, termasuk Maros. BMKG memperingatkan adanya potensi hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, memperhatikan saluran drainase agar tetap bersih, dan mengantisipasi potensi bencana. BMKG juga menekankan agar warga menghindari bepergian ke daerah rawan banjir dan lorong sempit, serta menyimpan barang penting di tempat aman.
Peringatan ini sejalan dengan status waspada Bendung Lekopancing, yang memerlukan kewaspadaan lebih dari pihak masyarakat dan instansi terkait.
Imbauan Dan Kesiapsiagaan Masyarakat
Dalam kondisi TMA bendung yang meningkat, warga Maros disarankan untuk selalu memantau informasi terbaru dari BBWS-PJ dan BMKG. Kewaspadaan meliputi pengamanan diri, keluarga, dan aset penting dari risiko banjir atau longsor.
Selain itu, menjaga kebersihan saluran air dan drainase di sekitar pemukiman dapat meminimalisir dampak banjir lokal. Masyarakat juga dianjurkan untuk menyiapkan jalur evakuasi serta mengetahui lokasi titik aman jika terjadi peningkatan TMA secara mendadak.
Kesiapsiagaan seperti ini sangat penting, mengingat curah hujan dapat berubah cepat dan menyebabkan bendungan mengalami kenaikan air lebih signifikan. Dengan koordinasi yang baik antara warga, pemerintah daerah, dan BBWS-PJ, risiko bencana dapat diminimalkan.
Status waspada di Bendung Lekopancing ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca dan ketinggian air sungai harus selalu diperhatikan. Pemantauan berkala, kewaspadaan warga, serta tindakan antisipatif dapat membantu mengurangi potensi kerugian akibat banjir atau bencana alam lainnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari antaranews.com