Musim hujan kian intens, BPBD Banyumas tetapkan 24 kecamatan rawan banjir dan minta warga meningkatkan kewaspadaan sejak dini.
Intensitas hujan yang terus meningkat membuat risiko bencana tak bisa diabaikan. BPBD Banyumas resmi menetapkan 24 kecamatan sebagai wilayah rawan banjir.
Lalu, daerah mana saja yang paling berisiko dan langkah apa yang harus dilakukan warga untuk mengantisipasinya? Simak penjelasan lengkapnya di Signal Alam.
BPBD Banyumas Keluarkan Peringatan Dini Banjir
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir di sejumlah wilayah. Langkah ini dilakukan menyusul intensitas curah hujan yang tinggi selama puncak musim hujan 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Dwi Irawan Sukma, menegaskan bahwa pemetaan wilayah rawan banjir menjadi acuan utama untuk meningkatkan kewaspadaan baik bagi pemerintah daerah maupun masyarakat. Peta potensi banjir ini kami sampaikan sebagai peringatan dini, ujar Dwi.
Ia menambahkan, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan banjir agar dampak kerugian dapat diminimalisir.
24 Kecamatan Masuk Peta Rawan Banjir
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), 24 kecamatan di Banyumas masuk dalam kategori rawan banjir, dengan potensi mulai dari sedang hingga tinggi. Peringatan ini diberikan untuk memudahkan pemerintah daerah dalam melakukan mitigasi bencana dan menyiapkan langkah-langkah tanggap darurat.
Dwi menekankan, potensi banjir sedang bisa meningkat menjadi tinggi jika curah hujan terus meningkat dalam beberapa hari berturut-turut. Faktor penyebab banjir tidak hanya curah hujan tinggi, tetapi juga kondisi daerah aliran sungai (DAS), sistem drainase yang kurang optimal, serta aktivitas manusia di kawasan rawan genangan.
Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem Sejumlah Wilayah Siaga 15–16 Januari 2026
Langkah Antisipasi Oleh BPBD Dan Pemerintah Kecamatan
Untuk mengantisipasi risiko banjir, BPBD Banyumas telah menginstruksikan jajaran kecamatan, relawan, serta perangkat desa untuk melakukan berbagai langkah kesiapsiagaan. Beberapa tindakan yang dilakukan meliputi pengecekan titik-titik rawan banjir, menyiapkan logistik darurat, serta melakukan koordinasi rutin antara BPBD dan pemerintah kecamatan.
Selain itu, masyarakat dihimbau berperan aktif, seperti tidak membuang sampah ke sungai dan rutin membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing. Langkah-langkah ini dianggap krusial untuk meminimalisir risiko genangan dan memperlancar aliran air saat curah hujan tinggi.
Akses Informasi Dan Layanan Darurat
BPBD Banyumas menekankan pentingnya akses cepat terhadap informasi dan layanan darurat bagi warga. Masyarakat yang mendeteksi tanda-tanda bencana dapat langsung menghubungi Call Center BPBD Banyumas yang beroperasi 24 jam di nomor 0815-4880-8886 untuk mendapatkan bantuan atau informasi terkait potensi banjir.
Kesiapsiagaan warga menjadi bagian penting dari strategi mitigasi bencana. Bersama aparat kecamatan, relawan, dan pemerintah daerah, masyarakat diimbau untuk aktif memantau kondisi lingkungan, menjaga kebersihan saluran air, serta melaporkan potensi genangan atau titik rawan secara cepat.
Dengan kolaborasi antara semua pihak dan langkah antisipatif yang tepat, risiko kerusakan akibat banjir di Banyumas dapat diminimalkan. Kesadaran bersama ini diharapkan dapat menjaga keamanan dan keselamatan warga, terutama saat puncak musim hujan berlangsung.
Signal Alam serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari banyumas.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari jateng.antaranews.com