Warga Jabodetabek diimbau waspada hujan lebat hingga sangat lebat 19-23 Februari, siapkan antisipasi banjir dan genangan.
BMKG memperingatkan hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur Jabodetabek mulai 19 hingga 23 Februari. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, menyiapkan langkah antisipasi seperti menjaga saluran air dan mempersiapkan perlindungan rumah agar terhindar dari risiko banjir dan genangan.
Berikut di Signal Alam panduan lengkap agar tetap aman menghadapi cuaca ekstrem.
Waspada Hujan Lebat Di Jabodetabek 19-23 Februari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan untuk wilayah Jabodetabek. Warga diimbau waspada hujan sedang hingga lebat, serta potensi hujan sangat lebat pada beberapa hari mendatang, mulai 19 hingga 23 Februari 2026.
Peringatan ini diumumkan melalui akun resmi Instagram @infobmkg pada Kamis (19/2/2026), dan mencakup seluruh kota serta kabupaten di Jabodetabek. Warga diminta menyiapkan antisipasi untuk genangan, luapan sungai, dan potensi tanah longsor yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
BMKG juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi angin kencang di beberapa wilayah, terutama Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kab. Tangerang. Langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko kerusakan rumah dan fasilitas umum.
Peringatan Dini Hujan Tiap Hari
Pada 19 Februari, BMKG menetapkan status Waspada untuk Kota Tangerang Selatan, Kab. Tangerang, Jakarta Utara, Kepulauan Seribu, dan Kab. Bekasi, sementara Siaga berlaku untuk Kota Tangerang, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Tidak ada wilayah dengan status Awas pada hari tersebut.
Hujan lebat diiringi potensi angin kencang tercatat di Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kab. Tangerang. BMKG menghimbau warga menjaga saluran air, menutup atap rumah yang rawan bocor, dan tetap waspada saat beraktivitas di luar.
Prakiraan ini menunjukkan tren meningkatnya curah hujan di awal pekan, yang memerlukan kewaspadaan ekstra dari masyarakat, terutama di daerah padat penduduk dan kawasan rawan banjir.
Baca Juga: Risiko Alam Mengintai, Pedukuhan Jono Tergenang Banjir Lumpur
Perkembangan Hujan 20-21 Februari
Pada 20 Februari, sebagian besar wilayah Jabodetabek berada dalam kategori Waspada termasuk Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Kota Bogor. Status Siaga hanya berlaku untuk Kab. Tangerang.
Hujan sedang hingga lebat diperkirakan berlangsung sepanjang hari, dengan potensi genangan air dan luapan sungai di sejumlah titik rendah. Angin kencang tetap tercatat di Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kab. Tangerang, sehingga masyarakat diminta menjaga keamanan rumah dan kendaraan.
Tanggal 21 Februari menunjukkan pola serupa, dengan sebagian besar wilayah tetap Waspada. Hujan lebat dapat menyebabkan penurunan visibilitas di jalan raya dan potensi gangguan transportasi, sehingga kewaspadaan tetap menjadi prioritas.
Hujan Lebat Di Akhir Pekan 22-23 Februari
Prediksi 22 Februari menunjukkan hujan sedang-lebat di Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, dan Kab. Bogor. Status Siaga maupun Awas tidak tercatat, menandakan risiko hujan ekstrem lebih rendah dibanding awal pekan.
Pada 23 Februari, BMKG mencatat tidak ada wilayah Jabodetabek yang masuk kategori Waspada, Siaga, maupun Awas. Meskipun intensitas hujan menurun, warga tetap disarankan memantau perkembangan cuaca secara berkala, terutama di wilayah rawan genangan.
Penurunan status ini memberi sedikit kelonggaran, namun tetap disertai imbauan untuk tetap menjaga keselamatan, mengamankan barang-barang penting, dan menghindari aktivitas di lokasi yang berpotensi longsor.
Potensi Dampak Dan Antisipasi
BMKG menekankan bahwa status Waspada menandakan potensi genangan, luapan sungai, dan tanah longsor yang bisa mengganggu aktivitas masyarakat. Sedangkan status Siaga mengindikasikan risiko banjir, banjir bandang, dan longsor yang berdampak signifikan terhadap layanan publik dan infrastruktur.
Status Awas berlaku untuk kondisi ekstrem, di mana banjir besar, banjir bandang, dan longsor dapat menghentikan layanan publik, merusak infrastruktur, dan membahayakan keselamatan warga. Masyarakat diminta menyiapkan jalur evakuasi dan memastikan akses darurat selalu terbuka.
Langkah antisipatif termasuk membersihkan selokan, menyiapkan pompa air, dan memantau informasi cuaca dari BMKG secara rutin. Dengan kewaspadaan ini, risiko gangguan akibat hujan lebat hingga sangat lebat di Jabodetabek dapat diminimalkan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari kompas.tv