Update Terkini BBM, LPG, Listrik ke Daerah Terdampak Banjir Sumbar
Bagikan

Update terkini menunjukkan pasokan BBM, LPG, dan listrik ke daerah terdampak banjir di Sumatera Barat berangsur pulih meski masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.

Update Terkini BBM, LPG, Listrik ke Daerah Terdampak Banjir Sumbar

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di SIgnal Alam.

Kondisi Kelistrikan Pascabencana

Dampak banjir dan longsor sempat memutus pasokan listrik di sejumlah wilayah di Sumatra, terutama Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Infrastruktur jaringan distribusi terputus akibat aliran air deras dan kerusakan tanah, mengakibatkan padamnya aliran listrik di banyak rumah tangga dan fasilitas umum.

Namun hingga pertengahan Desember 2025, PLN (Persero) berhasil memulihkan jaringan listrik untuk sebagian besar pelanggan.

Di Sumatera Barat saja, dari lebih dari 274 ribu pelanggan yang terdampak hampir semuanya telah kembali menyala listriknya, dengan sisa kecil pelanggan yang masih dalam proses pemulihan.

Kemajuan serupa dilaporkan di wilayah lain di Sumatra. Berdasarkan data resmi, kelistrikan telah pulih di ribuan desa yang sebelumnya mati listrik karena banjir.

Meskipun beberapa wilayah di Aceh dan Sumatera Utara masih mengalami gangguan sporadis karena kerusakan infrastruktur atau banjir susulan.

Hingga kini pemerintah bersama PLN terus melakukan perbaikan jaringan dan transmisi listrik agar pelayanan kepada masyarakat kembali stabil sepenuhnya.

Distribusi BBM dan LPG

Sejalan dengan pemulihan energi listrik, pasokan BBM dan LPG di wilayah Sumatra terdampak banjir juga membaik secara bertahap. Sebagian besar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang sempat tutup kini sudah beroperasi kembali.

Di beberapa provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, hampir seluruh SPBU sudah menyala dan menyediakan BBM untuk kebutuhan masyarakat umum dan operasional alat berat di lokasi bencana.

Penyalur LPG juga telah pulih, dengan seluruh agen di lokasi terdampak yang dilaporkan mulai menyalurkan kembali produk gas elpiji kepada konsumen.

Meski distribusi menuju beberapa titik masih menghadapi hambatan karena akses jalan yang rusak atau terputus, Pertamina dan BPH Migas terus menerapkan strategi distribusi alternatif.

Beberapa tindakan termasuk pengiriman melalui jalur laut atau udara dan mengoptimalkan jalur darat yang sudah dapat dilintasi untuk memastikan pasokan energi tetap berjalan.

Upaya pemerintah juga mencakup penambahan kuota BBM seperti solar yang diperlukan untuk operasi darurat.

Khususnya di daerah Sumatera Barat, untuk mendukung alat berat dan kendaraan operasional dalam proses pemulihan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional memperkuat logistik energi di masa tanggap darurat bencana.

Baca Juga: Waspada! Ombak Raksasa Mengancam Perairan Indonesia 18-21 Desember 2025!​

Tantangan Logistik dan Hambatan Akses

Tantangan Logistik dan Hambatan Akses

Meski progres sudah terlihat signifikan, tantangan logistik masih ada, terutama di wilayah yang aksesnya sulit setelah banjir.

Kerusakan jalan dan jembatan, sambungan distribusi yang terputus.

Serta medan yang sulit menjadi hambatan dalam menyalurkan BBM dan LPG secara cepat ke lokasi paling terpencil.

Hal ini memaksa pemerintah dan perusahaan energi nasional untuk terus berinovasi dan mencari rute alternatif agar pasokan tidak terputus lama.

Khususnya untuk kebutuhan dasar warga dan kegiatan evakuasi serta bantuan kemanusiaan.

Selain itu, antrean kendaraan di beberapa SPBU masih terlihat di awal proses pemulihan. Mencerminkan bahwa meskipun pasokan meningkat.

Permintaan tetap tinggi di masyarakat yang membutuhkan bahan bakar untuk mobilitas dan pemulihan usaha pascabencana.

Kondisi ini menuntut koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPH Migas, Pertamina.

Serta pihak swasta terkait untuk memastikan tidak ada daerah yang tertinggal dalam pemulihan pasokan energi.

Perspektif Pemerintah Terhadap Pemulihan Energi

Pemerintah melalui Kementerian ESDM terus menegaskan komitmennya dalam memastikan layanan energi kembali normal secepat mungkin di daerah-daerah terdampak.

Presiden Prabowo Subianto, Menteri ESDM, serta sejumlah pejabat terkait telah meninjau langsung lokasi bencana untuk memantau progres pemulihan dan memberikan arahan agar prioritas distribusi energi diarahkan kepada kebutuhan kritikal masyarakat.

Komitmen ini tidak hanya mencakup perbaikan teknis, tetapi juga memperhatikan aspek sosial ekonomi agar masyarakat bisa merayakan periode Natal dan Tahun Baru 2026 dengan pasokan BBM, LPG, dan listrik yang memadai.

BPH Migas bahkan melakukan pemantauan khusus untuk wilayah prioritas agar pasokan energi mencukupi permintaan selama periode libur panjang tersebut.

Kondisi terkini ini menunjukkan bahwa meskipun bencana telah meninggalkan dampak besar bagi masyarakat Sumatra.

Respons pemerintah dalam pemulihan layanan dasar energi berjalan progresif.

Komitmen kolaboratif antara lembaga negara dan BUMN energi diharapkan dapat mempercepat pemulihan penuh sehingga kehidupan normal warga terdampak dapat kembali pulih secara menyeluruh.

Jangan lewatkan update berita seputaran Signal Alam serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

Gambar Kedua dari detik.com
Gambar Utama dari  humas.polri.go.id

By Oscar