BPBD Parigi Moutong keluarkan peringatan dini hujan sedang hingga lebat pada 13–14 Mare, warga diminta waspada potensi banjir dan longsor.
Cuaca ekstrem kembali menjadi perhatian. BPBD Parigi Moutong mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi dalam waktu dekat.
Kondisi Signal Alam ini berpotensi memicu berbagai dampak seperti banjir hingga tanah longsor di sejumlah wilayah rawan. Peringatan ini menjadi sinyal penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta mempersiapkan langkah antisipasi sejak dini.
BPBD Parigi Moutong Keluarkan Peringatan Dini Cuaca
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong mengeluarkan peringatan dini cuaca bagi masyarakat setempat terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan akan terjadi pada 13–14 Maret 2026. Peringatan ini dikeluarkan untuk mengantisipasi berbagai potensi dampak cuaca ekstrem yang mungkin timbul di sejumlah wilayah.
BPBD mengimbau warga terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan lereng bukit untuk tetap waspada selama periode peringatan tersebut, dan terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi. Ancaman hujan lebat ini kemungkinan disertai kilat, petir, dan angin kencang di beberapa titik.
Warga juga diharapkan menyiapkan langkah antisipatif sejak dini, seperti memastikan drainase rumah bersih, menata barang berharga di lokasi aman, serta merencanakan rute aman jika harus melakukan perjalanan. Upaya ini penting mengurangi risiko bencana menimpa keluarga atau lingkungan sekitar.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Faktor Meteorologi Penyebab Peringatan
Peringatan dini cuaca yang dikeluarkan BPBD Parigi Moutong tidak lepas dari evaluasi kondisi atmosfer dan komunikasi intens dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi terbaru dari prakiraan cuaca nasional juga memperlihatkan adanya pola pembentukan awan hujan yang kuat di wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya.
Hujan dengan intensitas sedang sampai lebat biasanya terbentuk karena penumpukan massa udara lembap dan pergerakan sistem pertumbuhan awan cumulonimbus yang bisa membawa hujan deras. Kondisi ini sering terjadi menjelang pergantian musim di Indonesia.
Selain itu, ketika suhu permukaan laut di sekitar Sulawesi tetap hangat, uap air di atmosfer cenderung meningkat, memperbesar kemungkinan hujan lebat. BMKG secara berkala merilis peta potensi curah hujan tinggi untuk membantu pemerintah daerah memetakan risiko bencana.
Baca Juga: Warga Kaltim-Kalbar Wajib Tahu! 12-16 Maret Hujan Bisa Picu Bencana Dahsyat!
Daerah Yang Perlu Waspada
Dalam peringatan dini tersebut, BPBD mengidentifikasi sejumlah kecamatan yang potensial terdampak hujan sedang hingga lebat. Termasuk wilayah pesisir dan lembah sungai yang rentan mengalami banjir jika curah hujan tinggi berlangsung dalam jangka waktu panjang.
Wilayah perbukitan dan area dengan kemiringan tanah cukup curam juga perlu diwaspadai karena hujan lebat berpotensi memicu tanah longsor atau aliran tanah yang turun ke permukiman. Tanah yang sudah jenuh air akan lebih cepat mengalami pergeseran ketika hujan deras datang.
BPBD juga mengimbau pengguna jalan yang melintasi rute pegunungan untuk lebih hati‑hati. Ruas jalan yang licin dapat menyebabkan kecelakaan, terutama ketika disertai angin kencang dan kilat petir yang mengurangi jarak pandang.
Antisipasi Dan Langkah Kesiapsiagaan
Sejalan dengan peringatan dini, BPBD Parigi Moutong meminta masyarakat untuk menyiapkan langkah antisipatif sejak dini. Hal ini termasuk menyiapkan peralatan darurat seperti lampu senter, memperkuat atap rumah. Dan membersihkan parit atau selokan agar air hujan mengalir lancar.
BPBD juga mendorong warga untuk membentuk komunitas tanggap bencana di tingkat desa atau kelurahan. Komunitas semacam ini berperan penting dalam saling mengingatkan dan membantu evakuasi jika kondisi cuaca memburuk.
Selain itu, instansi terkait seperti TNI/Polri dan relawan lokal telah diminta bersiap siaga untuk membantu proses mitigasi bencana. Termasuk penanganan darurat jika terjadi banjir atau tanah longsor di wilayah yang berdampak.
Dampak Cuaca Ekstrem & Imbauan Masyarakat
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat berpotensi menyebabkan banjir di daerah dataran rendah. Genangan air bisa merendam jalan dan pemukiman sehingga mengganggu aktivitas warga, termasuk sekolah dan usaha kecil.
Tanah longsor pada area perbukitan bisa mengancam rumah penduduk serta sarana umum seperti jalan dan jaringan listrik. Oleh karena itu, warga di kawasan rawan diminta segera melakukan evakuasi mandiri jika tanda‑tanda tanah bergerak terlihat.
BPBD kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau info resmi dari BMKG dan BPBD melalui kanal mereka, serta mengikuti arahan petugas jika terjadi kondisi darurat. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam mengurangi dampak bencana hidrometeorologi.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari kompas.tv
- Gambar Kedua dari palu.tribunnews.com