Gunung Marapi kembali erupsi, abu vulkanik menyembur hingga 600 meter, Warga diminta waspada dan hindari radius bahaya.
Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan menyemburkan abu setinggi 600 meter. Erupsi ini mengingatkan masyarakat sekitar untuk tetap waspada dan mengikuti arahan pihak berwenang.
Aktivitas pendakian dan perjalanan di sekitar lereng gunung sementara dihentikan untuk menghindari Signal Alam risiko terkena abu dan material vulkanik lainnya.
Gunung Marapi Kembali Erupsi
Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada hari ini. Letusan disertai semburan abu vulkanik setinggi 600 meter dari puncak gunung, menandai fenomena erupsi yang kembali terjadi di wilayah ini.
Kepala Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi, menyampaikan bahwa letusan terjadi pada pukul 11.11 WIB dengan durasi sekitar 34 detik. Kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang condong ke arah timur laut.
Erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter. Aktivitas vulkanik seperti ini menunjukkan bahwa meski status Marapi sudah diturunkan menjadi waspada, letusan masih tetap mungkin terjadi secara berkala.
Status Waspada Level II
Marapi saat ini berada pada status waspada Level II setelah sebelumnya berada pada Level III (Siaga) yang ditetapkan sejak 1 Desember 2024. Penurunan status ini menandakan bahwa potensi bahaya tetap ada, namun aktivitas gunung telah relatif menurun dibanding sebelumnya.
Meski status diturunkan, aktivitas erupsi masih sering terpantau. Dalam sepekan terakhir, beberapa letusan tercatat terjadi, menunjukkan dinamika vulkanik yang masih aktif dan membutuhkan perhatian serius dari warga di sekitar.
PVMBG menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di radius tiga kilometer dari kawah. Area tersebut dinilai memiliki risiko tinggi terhadap abu vulkanik, lontaran batu, dan potensi lahar jika terjadi hujan deras.
Baca Juga: Warga Waspada! Purbalingga Tetapkan Tanggap Bencana Di 7 Desa
Ancaman Abu Vulkanik Dan Lahar
Ahmad Rifandi menjelaskan bahwa kolom abu berwarna kelabu yang menyembur tinggi berpotensi menurunkan kualitas udara di sekitar lereng gunung. Abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan pernapasan, merusak tanaman, serta mengotori permukiman.
Selain itu, warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai di sekitar Marapi diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar. Hujan deras setelah erupsi dapat melarutkan material vulkanik dan membentuk aliran lahar yang membahayakan pemukiman di hilir.
Pihak berwenang juga menegaskan larangan beraktivitas di radius tiga kilometer dari kawah, guna meminimalkan risiko akibat lontaran batu dan abu yang tiba-tiba muncul saat letusan berlangsung.
Imbauan Dan Kesiapsiagaan Masyarakat
PVMBG dan PGA Marapi meminta warga untuk selalu mengikuti informasi resmi dan arahan pihak berwenang. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi letusan yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Pemerintah daerah di Sumatera Barat juga terus memantau situasi dan menyiapkan langkah mitigasi, termasuk jalur evakuasi dan peringatan dini. Kerja sama antara warga dan aparat dianggap penting agar risiko bencana bisa diminimalkan.
Masyarakat disarankan menyiapkan perlengkapan darurat, tetap waspada terhadap perubahan kondisi gunung, dan segera melapor jika terjadi gejala letusan atau pergerakan abu vulkanik. Dengan kewaspadaan bersama, potensi dampak erupsi dapat ditekan seminimal mungkin.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com