Banjir bandang melanda Mapolres Sitaro, Sulawesi Utara, Kamis dini hari (4/1/2026), akibat hujan deras dan tanah labil di sekitar sungai.
Lumpur dan material terbawa arus deras merendam kantor polisi, sementara empat anggota mengalami luka-luka saat menyelamatkan dokumen dan peralatan operasional. Evakuasi dan pembersihan segera dilakukan oleh pihak kepolisian, BPBD, dan relawan setempat.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di SIgnal Alam.
Mapolres Sitaro Tergenang Banjir Bandang
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, diguncang banjir bandang yang menerjang Mapolres Sitaro pada Kamis (4/1/2026) dini hari. Peristiwa ini membuat sebagian area kantor polisi terendam lumpur dan material terbawa arus deras.
Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Sitaro sejak Rabu malam. Intensitas hujan yang tinggi disertai tanah yang labil di sekitar aliran sungai menyebabkan air meluap dan membawa material longsor hingga ke halaman Mapolres.
Akibat banjir, empat anggota polisi mengalami luka-luka saat berusaha menyelamatkan dokumen penting dan peralatan operasional. Mereka langsung mendapatkan pertolongan pertama dan dirawat di rumah sakit setempat.
Momen Mapolres Terseret Banjir
Menurut saksi mata, banjir bandang datang secara tiba-tiba dengan derasnya arus lumpur dan kayu terbawa dari hulu sungai. Petugas yang berjaga sempat berupaya mengevakuasi barang-barang penting sebelum air merendam kantor sepenuhnya.
Salah satu polisi yang berada di pos jaga menyebutkan bahwa air masuk ke ruangan hanya dalam hitungan menit. Dokumen administrasi dan beberapa peralatan komunikasi sempat terendam, namun sebagian berhasil diselamatkan berkat cepatnya respons anggota.
Selain kantor Mapolres, beberapa rumah warga sekitar juga terdampak banjir bandang. Arus deras merusak pagar, garasi, dan jalan lingkungan, sehingga mobilitas warga terganggu hingga siang hari.
Baca Juga: Status Gunung Burni Telong Turun, Warga Mulai Kembali Ke Rumah
Empat Polisi Luka dan Penanganan Darurat
Empat anggota polisi yang terluka mengalami luka ringan hingga sedang akibat terseret lumpur dan benturan material kayu. Mereka segera mendapatkan pertolongan pertama oleh rekan-rekan dan tim medis yang berada di sekitar Mapolres.
Pihak rumah sakit setempat menegaskan bahwa kondisi mereka stabil dan saat ini sudah bisa dirawat di ruang perawatan biasa. Meski begitu, pihak kepolisian tetap menempatkan beberapa anggota untuk berjaga-jaga di lokasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain itu, evakuasi dokumen dan peralatan operasional Mapolres terus dilakukan secara bergantian oleh tim gabungan. Langkah ini penting agar proses pelayanan kepolisian tetap berjalan meski kantor sempat terendam banjir.
Langkah Cepat Pulihkan Dampak Bencana
Pihak Mapolres Sitaro bersama pemerintah daerah segera melakukan koordinasi untuk membersihkan kantor dan area sekitar dari lumpur dan material terbawa banjir. Alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan agar operasional kepolisian kembali normal.
Selain itu, BPBD Sitaro dan relawan setempat turut membantu warga yang terdampak banjir. Pihak kepolisian juga melakukan sosialisasi mitigasi bencana agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama saat hujan deras masih terjadi.
Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk memperbaiki saluran air dan memperkuat tanggul di sejumlah titik rawan banjir. Dengan upaya ini, diharapkan dampak banjir bandang di masa depan dapat diminimalkan dan fasilitas publik seperti Mapolres Sitaro tetap aman.
Jangan lewatkan update berita seputaran Signal Alam serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari metrotvnews.com
- Gambar Kedua dari metrotvnews.com