JPPI mendesak pemerintah segera menerapkan kurikulum darurat mengingat tingginya risiko gempa dan banjir di berbagai wilayah Indonesia.
Setiap tahun, ribuan sekolah terdampak bencana alam yang menyebabkan proses belajar mengajar terganggu, bahkan terhenti dalam waktu lama.
Kondisi ini memunculkan keprihatinan berbagai pihak terhadap kesiapan sistem pendidikan nasional dalam menghadapi situasi darurat.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di SIgnal Alam.
JPPI Dorong Penerapan Kurikulum Darurat Nasional
JPPI secara tegas mendorong pemerintah untuk segera menerapkan kurikulum darurat yang berlaku secara nasional, terutama bagi wilayah rawan gempa dan banjir.
Kurikulum darurat dinilai penting agar proses pembelajaran tetap dapat berjalan meski dalam kondisi tidak normal. Selama ini, penyesuaian pembelajaran saat bencana sering bersifat ad hoc dan bergantung pada kebijakan daerah masing-masing.
Menurut JPPI, tanpa kurikulum darurat yang jelas, sekolah dan guru kerap kebingungan menentukan prioritas pembelajaran. Beban akademik yang terlalu berat justru menambah tekanan psikologis bagi peserta didik yang sedang mengalami trauma akibat bencana.
Kurikulum darurat diharapkan mampu memberikan fleksibilitas, baik dalam materi, metode, maupun sistem penilaian.
Dampak Bencana Terhadap Hak Pendidikan Anak
Bencana alam tidak hanya merusak bangunan sekolah, tetapi juga memengaruhi kondisi mental dan sosial anak. Banyak siswa terpaksa belajar di pengungsian dengan fasilitas terbatas, sementara sebagian lainnya kehilangan akses pendidikan sama sekali.
Dalam situasi seperti ini, penerapan kurikulum reguler dianggap tidak realistis dan berpotensi mengabaikan kebutuhan dasar peserta didik.
JPPI menilai bahwa pendidikan di wilayah bencana seharusnya lebih menekankan pada pemulihan psikososial dan penguatan karakter. Anak-anak yang terdampak bencana membutuhkan ruang aman untuk belajar tanpa tekanan target akademik yang berlebihan.
Kurikulum darurat dapat menjadi instrumen untuk memastikan pendidikan tetap berlangsung dengan pendekatan yang lebih manusiawi.
Baca Juga:
Kurikulum Darurat Sebagai Bagian Mitigasi Bencana
JPPI menekankan bahwa kurikulum darurat tidak boleh dipandang sebagai kebijakan sementara semata, melainkan sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana nasional.
Dengan kurikulum yang dirancang khusus, sekolah dapat lebih siap menghadapi situasi darurat tanpa harus menghentikan proses pendidikan sepenuhnya.
Selain fleksibilitas akademik, JPPI juga mendorong agar kurikulum darurat memuat materi literasi kebencanaan. Pemahaman tentang risiko gempa, banjir, serta langkah penyelamatan diri dinilai penting untuk ditanamkan sejak dini.
Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga pusat edukasi kesiapsiagaan bencana.
Terus update dirimu dengan informasi menarik setiap hari, eksklusif dan terpercaya di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari radarmadiun.jawapos.com