BMKG Kaltim mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem, Hujan lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, warga diminta waspada.
Cuaca ekstrem kembali mengancam sejumlah wilayah di Kalimantan Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini menyusul potensi hujan lebat yang dapat memicu berbagai risiko bencana.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor. BMKG pun mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan Signal Alam serta memantau perkembangan cuaca secara berkala guna menghindari dampak yang tidak diinginkan.
BMKG Kaltim Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Kalimantan Timur. Peringatan ini berlaku selama tiga hari, terhitung mulai 28 hingga 30 Januari 2026.
BMKG menyampaikan bahwa sejumlah daerah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi tersebut dapat disertai kilat, petir, serta hembusan angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba.
Peringatan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di wilayah dengan kondisi geografis rawan banjir dan longsor.
Sejumlah Wilayah Diprediksi Diguyur Hujan Lebat
Pada 28 Januari 2026, wilayah yang masuk dalam kategori waspada meliputi Kabupaten Mahakam Ulu. Beberapa kecamatan yang diperkirakan terdampak antara lain Laham, Long Hubung, dan Long Bagun.
Selain itu, Kabupaten Kutai Barat juga berpotensi mengalami hujan lebat. Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan mencakup Kecamatan Nyuatan serta Linggang Bigung yang dikenal memiliki kontur wilayah berbukit.
Tak hanya itu, Kabupaten Paser turut masuk dalam daftar peringatan dini. Kecamatan Tanah Grogot, Tanjung Harapan, dan Long Ikis diperkirakan mengalami peningkatan curah hujan yang signifikan pada hari yang sama.
Baca Juga: Pencarian Korban Longsor Cisarua Dihentikan Sementara Karena Cuaca Buruk Dan Tanah Labil
Prakiraan Cuaca Hari Berikutnya Dan Kondisi Terkini
Memasuki 29 Januari 2026, potensi hujan lebat diprakirakan bergeser ke wilayah Kabupaten Berau. Kecamatan Teluk Bayur menjadi salah satu titik yang perlu diwaspadai masyarakat setempat.
Sementara itu, Kabupaten Kutai Barat kembali masuk dalam zona peringatan dengan potensi hujan deras di Kecamatan Barong Tongkok dan Mook Manaar Bulatn. Kondisi ini berpeluang memicu genangan air hingga gangguan akses jalan.
Adapun pada 30 Januari 2026, BMKG menyatakan tidak ada wilayah di Kalimantan Timur yang masuk dalam kategori peringatan dini. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada karena cuaca dapat berubah secara cepat.
Imbauan BMKG Dan Antisipasi Masyarakat
BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir, tanah longsor, serta gangguan kelistrikan dan transportasi.
Masyarakat diimbau menghindari aktivitas luar ruang saat hujan lebat terjadi, serta memastikan saluran air di sekitar tempat tinggal tetap lancar guna meminimalkan risiko genangan.
Untuk memperoleh informasi cuaca terkini, masyarakat dapat mengakses laman resmi cuaca.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, atau menghubungi layanan WhatsApp Prakirawan Cuaca. BMKG juga mengajak masyarakat aktif mengikuti informasi resmi melalui media sosial guna menghindari hoaks dan informasi keliru.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari rri.co.id
- Gambar Kedua dari nasional.tvrinews.com